Oleh : Ryan Martian
Direktur Kayyisu Excellent, Penulis Buku FUNTASTIC LEARNING
Otak kita adalah ciptaan Tuhan, tapi kejeniusan kita adalah ciptaan kita sendiri
-ALBERT EINSTEIN-
YA! Semua anak diberikan anugrah yang sama dan bisa dipastikan memiliki potensi berhasil yang sama, namun mengapa sebagian anak berhasil dalam studi mereka tetapi sebagian gagal? Jawabannya karena kurang optimalnya orang tua dalam mengeksplorasi kecerdasan anak mereka, mengapa kurang optimal? karena pengetahuan yang kurang yang dimiiliki oleh orang tua dan para pendidik, hasilnya? Bisa disimpulkan prestasi anak tidak sesuai dengan harapan.
Sesuai dengan ungkapan Einstein. Otak kita adalah ciptaan tuhan dan kejeniusan kita adalah ciptaan kita sendiri, anak Anda bisa se-jenius Einstein, tinggal bagaimana Anda membentuk dan mengoptimalkan kecerdasan “bawaan” anak Anda. Banyak komponen yang menjadikan seorang anak bisa dikatakan jenius, parameter yang digunakan sekolah adalah prestasi akademis, bisa berupa nilai atau peringkat kelas (ranking). Dalam kehidupan, parameter jenius ditafsirkan ketika seorang anak bisa tumbuh dan mengejar cita-cita mereka. Hal pokok yang menjadikan seorang anak bisa sukses dalam belajar bahkan dalam karir mereka :
Positifkan Konsep Diri dan Keyakinannya
Konsep diri berarti cara pandang seseorang terhadap keseluruhan dirinya sendiri, melihat seperti apa dirinya dihadapan dia sendiri. Konsep diri akan mempengaruhi cara berpikir, bertindak dan berperilaku dan nantinya akan berengaruh terhadap pencapaian hasilnya. Semakin positif seseorang memandang dirinya maka akan semakin besar peluang dia untuk berhasil dalam setiap usaha dan kehidupannya.
Keyakinan adalah segala aturan yang berlaku terhadap dirinya dan terhadap sesuatu hal yang tentunya menjadi acuan cara berpikir dan bertindak dan menjadi parameter pencapaian hasil seseorang.
Anak yang memiliki konsep diri dan keyakinan yang positif cenderung memiliki prestasi akademis yang lebih dibandingkan dengan teman-temannya yang memiliki konsep diri dan keyakinan yang negatif. Bagaimana konsep diri dan keyakinan terbentuk? Jawabannya adalah bahwa keduanya berasal dari lingkungan, (baik lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, maupun lingkungan sekolah), pengalaman hidup dan trauma masa lalu, pengalaman hidup orang lain, televisi, dan sebagainya.
Bakar Motivasinya
Tidak ada anak yang malas, yang ada adalah anak yang tidak termotivasi, jika anak memiliki motivasi yang tinggi terhadap berbagai pencapaian termasuk belajar, maka dia akan melakukannya dengan mati-matian. Manusia memiliki kebutuhan primitif dalam dirinya yaitu kebutuhan untuk menghindari sengsara dan kebutuhan untuk mengejar kenikmatan, seorang anak yang berlebihan dalam bermain PS dan bermalas-malasan ketika belajar dilatarbelakangi oleh alasan yang sama kebutuhan akan kesenangan dan kesengsaraan. Mengkomunikasikan kebutuhan ini dengan cara yang benar-benar mampu merubah perilaku anak Anda, tentu saja jika Anda tahu caranya.
Optimalkan fungsi otaknya
Otak anak Anda secerdas otak Einstein, tentu saja jika Anda mampu mengoptimalkan fungsi otak anak Anda dengan benar. Otak anak Anda terdiri dari otak kiri dan otak kanan, yang memiliki karakteristik dan fungsi berbeda, anak Anda juga dilahirkan dengan berbagai bakat kecerdasan yang menurut Howard Gardner disebut dengan multiple intelegences, dan anak Anda juga memiliki karakteristik dan cara yang unik, yang bisa jadi berbeda dengan cara dan gaya belajar anak yang lainnya.
Setiap orang dilahirkan dengan kondisi yang unik, dengan karakteristik dan kepribadian yang berbeda-beda, begitu pula dengan cara dan gaya belajar, pastinya sangat beragam. tidak ada yang bodoh atau pintar. Bisa jadi seorang anak dikatakan bodoh karena mata pelajaran yang diajarkan disampaikan dengan gaya yang berbeda dengan gaya belajarnya. Sebaliknya bisa jadi seorang anak dikatakan pandai, pintar, karena cara mengajarnya sesuai dengan cara belajar anak yang dianggap pintar tersebut.
Seandainya setiap orang tua memahami karekteristik, kerpibadian, gaya belajar anaknya, maka secara otomatis dia akan dapat menentukan cara mengajar yang efektif sehingga proses belajar akan menjadi aktivitas yang menyenangkan.
Andalah arsitek bangunan masa depan mereka, melalui tangan Andalah para orang tua dan pendidik, Allah mentipkan makhluk ciptaanya, bersama Andalah mereka akan menghabiskan proses kehidupan terpenting dalam sejarah kehidupannya, maka jadikanlah diri Anda menjadi bagian dari sejarah keberhasilan mereka, dan biarkan mereka menorehkan sejarah kesuksesan mereka sehingga di masa depan mereka dapat membangun peradaban mereka yang gemilang.
Michelangelo pernah ditanya tentang karyanya bagaimana cara dia membuat pahatan yang begitu indah, dia menjawab keindahan itu sudah ada di dalam batu pahatannya, tugas dia adalah membuang bagian-bagian yang tidak diinginkan sehingga keindahan batu tampak dan terlihat indah. Begitulah tugas para orang tua dan guru terhadap anak-anak mereka, keindahan sudah Tuhan berikan kepada anak-anak Anda, tugas Anda adalah bagaimana memunculkan potensi mereka sehingga mereka menjadi mahluk yang utuh dengan segala potensi dan kelebihan yang ada pada diri mereka. Anda adalah Michelangelo bagi masa depan anak Anda, Andalah Maestronya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar